Kospi Korea Turun 10%, Bursa Asia Terkoreksi

CAPITALNEWS.ID – Pasar saham Asia mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Selasa (28/7/2026), dengan indeks-indeks utama mencatat penurunan yang cukup dalam. Pelemahan terdalam terjadi di bursa Korea Selatan, sementara dampak koreksi juga terasa di berbagai pusat keuangan regional lainnya.
Indeks Kospi milik Korea Selatan menjadi pusat perhatian dengan kontraksi yang mencolok. Pada pukul 10:30 WIB, Kospi terpantau melemah sebesar 10,25% dan turun ke level 6.065,64. Penjualan saham-saham teknologi menjadi pemicu utama runtuhnya bursa Korea Selatan ini, menciptakan momentum negatif yang menyebar ke pasar-pasar tetangga.
Selain Korea Selatan, berbagai indeks saham regional juga mencatat pergerakan negatif. Bursa Jepang mengalami penurunan dengan Nikkei 225 Index (N225) terkoreksi 4,36% dan berada di level 62.103,30 pada saat yang sama. Di kawasan Asia Tenggara, Shanghai Composite Index (SSEC) mencatat penurunan 0,98% ke posisi 3.820,52, sementara Straits Times Index (STI) melemah 0,21% menuju level 5.608,08.
Analisis dari berbagai sumber menyebutkan bahwa tekanan pada pasar saham Asia terjadi menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar dunia. Laporan keuangan dari Amazon, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft dijadwalkan akan diluncurkan minggu ini. Perusahaan-perusahaan hyperscaler ini memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan sektor teknologi global.
Stephanie Link, kepala strategi investasi di Hightower, mengomentari situasi pasar dalam laporan yang dikutip dari CNBC pada Selasa (28/7/2026). Menurutnya, laporan dari semua perusahaan hyperscaler minggu ini diperkirakan akan menunjukkan peningkatan pengeluaran modal lebih lanjut. Ekspektasi ini membuat saham-saham teknologi berada di bawah tekanan penjualan, khususnya sebelum pengumuman laporan keuangan yang sebenarnya.
Perdagangan chip dan semikonduktor sangat bergantung pada pengeluaran berkelanjutan dari perusahaan-perusahaan hyperscaler tersebut. Ketika investor khawatir tentang tingkat pengeluaran modal di masa depan, mereka cenderung mengurangi posisi di sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus investasi teknologi ini.
Di level domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga merasakan dampak dari koreksi regional. Hingga pukul 10:39 WIB pada hari yang sama, IHSG terpantau melemah 0,12% dan berada di level 6.178,58. Meskipun penurunan IHSG lebih moderat dibandingkan dengan pasar-pasar lain, tetap menunjukkan bahwa sentimen pasar regional yang negatif mempengaruhi investor lokal.
Situasi ini mencerminkan keterkaitan yang erat antara pasar saham Asia, terutama dalam hal dampak dari sektor teknologi global. Investor Indonesia yang memiliki eksposur pada saham-saham teknologi regional maupun global perlu memantau perkembangan laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar tersebut dalam minggu-minggu mendatang.
Volatilitas pasar diperkirakan akan tetap tinggi selama periode pengumuman hasil keuangan perusahaan teknologi berlangsung. Investor disarankan untuk mempertimbangkan profil risiko mereka dan memantau perkembangan pasar dengan cermat.
Artikel ini merupakan rangkuman berita pasar modal Indonesia.
(JW)

