Bitcoin Stabil Jelang Rapat The Fed Minggu Ini

CAPITALNEWS.ID – Bitcoin menunjukkan stabilitas di tengah ketidakpastian pasar global menjelang pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan minggu ini. Pada sore hari tanggal 27 Juli, aset kripto terdepan itu berhasil mempertahankan posisi dengan peningkatan kecil.

Berdasarkan data pasar terkini, Bitcoin (BTC) mencatat peningkatan sebesar 0.3% dan berada di harga $64.849,77, sementara nilai pasarnya mencapai $1,3 triliun. Ethereum (ETH) menunjukkan performa lebih baik dengan kenaikan 1,6% ke posisi $1.944,54, dan Solana (SOL) naik 0,7% mencapai $75,84. Secara keseluruhan, sentimen pasar kripto mulai membaik seiring berkurangnya ketegangan geopolitik.

Beberapa faktor positif mendorong pemulihan pasar kripto dalam beberapa hari terakhir. Penurunan harga minyak mentah dan eskalasi tegang antara Amerika Serikat dan Iran yang mereda telah meredakan kekhawatiran inflasi. Selain itu, para trader mulai mengurangi posisi hedging (perlindungan) mereka menjelang pertemuan Federal Reserve, yang diharapkan akan mempertahankan suku bunga tanpa perubahan.

Arus masuk modal institusional ke Bitcoin juga menunjukkan tren positif. Spot Bitcoin ETF mencatat aliran positif sepanjang bulan Juli setelah mengalami kerugian signifikan pada Juni. Namun, optimisme ini perlu diawasi karena masih terdapat kerentanan dalam adopsi institusional, seperti yang terlihat dari penarikan dana sebesar lebih dari $465 juta selama dua hari terakhir minggu sebelumnya.

Pergerakan pasar kripto juga dipengaruhi oleh volatilitas saham teknologi. Bitcoin merasakan tekanan dari penurunan tajam di sektor teknologi pada hari Kamis dan Jumat, dengan kelemahan yang berlanjut sepanjang akhir pekan. Meskipun demikian, perkembangan positif di Timur Tengah dan harapan harga energi yang lebih rendah memberikan angin segar bagi pemulihan harga kripto hari ini.

Perkembangan ekonomi makro juga menjadi perhatian investor kripto. Meningkatnya utang pemerintah Amerika Serikat dianggap sebagai faktor positif bagi Bitcoin, karena investor cenderung mencari aset aman seperti emas untuk melindungi diri dari potensi penurunan nilai dolar. Dalam konteks ini, Bitcoin dilihat sebagai alternatif hedging yang menarik.

Bitmine Immersion Technologies, sebuah perusahaan terkemuka pengelola treasuri Ethereum, menunjukkan sinyal kepercayaan diri dengan membeli lebih banyak aset smart-contract crypto tersebut. Langkah ini mencerminkan keyakinan jangka panjang dari pemain institusional terhadap prospek ekosistem blockchain.

Pada daftar 10 kripto terbaik berdasarkan kapitalisasi pasar, Bitcoin (BTC) menduduki posisi pertama dengan harga $64.875,00 dan kenaikan 0,4% dalam 24 jam, meskipun turun 0,4% dalam tujuh hari terakhir. Ethereum (ETH) berada di posisi kedua dengan harga $1.943,11, naik 1,7% dalam 24 jam dan 2,4% dalam seminggu. Tether (USDT) di posisi ketiga stabil di $0,9990. Kemudian diikuti oleh BNB di $574,84 (naik 0,4% dalam 24 jam), USDC di $0,9999, XRP di $1,09 (turun 1,0% dalam 24 jam), Solana (SOL) di $75,80 (naik 0,7% dalam 24 jam), TRON (TRX) di $0,3276 (turun 1,3%), Figure Heloc (FIGR_HELOC) di $1,03 (naik 1,9%), dan Hyperliquid (HYPE) di $56,99 (turun 3,1% dalam 24 jam).

Penutupan bursa kripto juga menjadi topik diskusi di kalangan analis. Beberapa pengamat menganggap penutupan dua platform pertukaran kripto, BitMEX dan BitMart, sebagai sinyal bahwa pasar akan segera mencapai titik terendah. Meskipun nama kedua platform tersebut mirip, keduanya adalah platform yang berbeda dan akan menghentikan operasi dalam beberapa bulan mendatang. Namun, interpretasi optimis tersebut perlu dipandang dengan hati-hati karena penutupan platform kripto juga dapat dipandang sebagai tanda bahwa pasar mengalami kesulitan, bukan indikasi bahwa penurunan sudah mencapai puncaknya.

Pertemuan Federal Reserve yang akan datang menjadi momen krusial bagi pasar kripto dan lebih luas lagi pasar keuangan global. Keputusan mengenai tingkat suku bunga akan memberikan arahan penting tentang kebijakan moneter ke depan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi aliran modal ke aset-aset alternatif seperti Bitcoin dan kripto lainnya.

Investor retail dan institusional disarankan untuk tetap memantau perkembangan berita ekonomi makro dan pengumuman dari bank sentral. Kondisi pasar saat ini menunjukkan pemulihan, tetapi volatilitas tetap tinggi dan keputusan policy makers akan menjadi pemicu pergerakan harga yang signifikan dalam waktu dekat.

Artikel ini merupakan rangkuman berita pasar modal Indonesia.

(JW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button