Raih Gelar Guru Besar, Ketua MA: Yanto Adalah Hakim Multitalenta

CAPITALNEWS.ID – Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof. Dr. Sunarto hadir dan memberikan sambutan pada acara Pengukuhan Gelar Profesor (Guru Besar) Hakim Agung Kamar Pidana, Dr. Yanto, yang berlangsung di Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) pada Jumat, (7/2/2025).

Dalam sambutannya, Prof. Sunarto mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Yanto yang telah dikukuhkan sebagai Guru Besar. “Pemberian gelar ini bukanlah hasil yang instan, melainkan melalui proses yang panjang dan matang,” ujarnya.

Sunarto menilai Yanto sangat layak mendapatkan gelar akademik tertinggi ini, mengingat kontribusinya sebagai akademisi dan praktisi hukum yang sangat berdedikasi. Selain itu, Yanto juga dikenal sebagai seorang seniman, bahkan seorang dalang kondang, yang memadukan filosofi wayang dalam kehidupan dan pekerjaannya sebagai hakim.

Pengukuhan Yanto diharapkan bisa memperkenalkan nilai-nilai budaya Jawa, terutama filosofi wayang, ke masyarakat luas. Ketua MA menjelaskan bahwa tidak semua orang memahami filosofi dalam pewayangan, namun Yanto diyakini akan mampu menyebarluaskannya, terutama dalam dunia hukum.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sunarto juga mengingatkan para penegak hukum untuk selalu menjunjung tinggi keadilan. Ia mengutip Surat Al-Maidah Ayat 8 dari Al-Qur’an: “Berlaku adillah, karena itu lebih dekat kepada ketakwaan”, yang menjadi pengingat bagi hakim untuk selalu mengedepankan prinsip keadilan dalam setiap keputusan mereka.

“Selain intelektualitas, integritas juga harus diutamakan oleh para hakim,” tegasnya. Menurutnya, intelektualitas tanpa integritas ibarat pelita di tangan pencuri, sedangkan integritas tanpa intelektualitas ibarat pelita di tangan bayi.

Karier Cemerlang Prof. Yanto

Prof. Yanto, yang lahir di Gunung Kidul, Yogyakarta pada 21 Januari 1960, telah memulai karirnya di dunia peradilan sejak 1992 sebagai calon hakim di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan. Sepanjang kariernya, Yanto berpindah-pindah tugas di berbagai pengadilan, termasuk sebagai Ketua PN Tais, Bantul, dan Jakarta Selatan, hingga akhirnya diangkat menjadi Hakim Agung pada 2024.

Selain menjadi hakim, Yanto juga aktif mengajar di berbagai universitas ternama, termasuk Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Janabadra Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Tak hanya itu, ia juga dikenal sebagai pencipta lagu dan dalang wayang, menjadikan dirinya sosok yang tidak hanya berpengaruh di dunia hukum, tetapi juga di dunia seni.

Dalam akhir sambutannya, Prof. Sunarto berharap gelar Guru Besar yang diterima Yanto dapat memperkuat kontribusinya dalam lembaga peradilan dan masyarakat Indonesia.

“Semoga dengan gelar ini, Prof. Yanto semakin memberikan kontribusi yang lebih besar, tidak hanya untuk keluarga dan masyarakat, tetapi juga untuk lembaga peradilan dan negara,” harap Ketua MA.

Hadir dalam Acara Tersebut

Selain Ketua MA, turut hadir dalam acara tersebut Ketua MA ke-13 Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, Ketua MA ke-14 Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial Suharto, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk anggota Komisi III DPR RI, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, dan para hakim agung.

Pengukuhan ini menandai pencapaian penting dalam perjalanan karir Prof. Yanto, yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi dunia peradilan Indonesia.

(Dom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button