Tuai Kritik, Cawagub Jakarta Suswono Minta Maaf Atas Kelakar Sarankan Janda Kaya Nikahi Pria Pengangguran

CAPITALNEWS.ID – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jakarta, Suswono meminta maaf pasca ujarannya terkait janda kaya menikahi pria pengangguran menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Dia menyadari bahwa kelakarnya dalam pertemuan dengan relawan Bang Japar itu telah menimbulkan kegaduhan.

“Saya menyadari bahwa pernyataan saya dalam pertemuan dengan relawan Bang Japar telah menimbulkan polemik. Atas hal itu saya meminta maaf, sekaligus mencabut pernyataan tersebut” ungkap Suswono dalam keterangan, dikutip Rabu (30/10/2024).

Suswono menjelaskan, pernyataan yang ia sampaikan itu dalam konteks guyonan dan tidak ada maksud sama sekali menyinggung tentang janda apalagi Rasulullah SAW, yang menjadi teladan dalam setiap kehidupannya.

“Sekali lagi itu adalah keteledoran yang sudah tidak sepatutnya saya sampaikan. Oleh karena itu, sekali lagi dengan tulus saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan tersebut,” ucapnya lagi.

Bagi Suswono, perisitwa itu menjadi pelajaran untuk berhati-hati saat berkomunikasi di hadapan publik. Dia berjanji menjadikan hal ini sebagai pembelajaran di masa mendatang.

Di akhir pernyataannya, Suswono menyampaikan bersedia jika harus mendapatkan kritik dan komentar dari siapapun terhadap ujarannya tersebut.

“Sebagai manusia, saya pasti punya kesalahan dan saya siap untuk menerima kritikan-kritikan yang disampaikan oleh siapapun dengan senang hati saya menerimanya,” tutup Suswono.

Sebelumnya, Suswono sempat berkelakar memberi saran agar janda kaya raya menikahi pria muda pengangguran, dengan tujuan meningkatkan persentase kesejahteraan masyarakat.

Adapun kelakar itu disampaikan pada pertemuan dengan relawan Bang Japar, Sabtu (26/10/2024). Kelakar itu terlontar ketika Suswono menyatakan akan melanjutkan program-program gubernur terdahulu ditambah dua kartu.

“Satu tambahannya adalah kartu anak yatim. Jadi anak yatim, ingat ya perhatikan anak yatim nanti jadi anaknya gubernur. Ibu-ibu jangan, ini geer ya bu ya. Jangan nanti asumsinya berarti jandanya dinikahi gubernur. Enggak. Kemarin ada yang nyeletuk. Waktu dialog ini, Pak ada kartu janda enggak?” katanya di depan seluruh relawan.

Suswono kemudian berkelakar bahwa janda miskin pasti ada, namun, ia mempertanyakan, apakah janda kaya meminta kartu pula. Ia lalu menyarankan janda kaya raya untuk menikahi pemuda yang menganggur.

“Saya pastikan kalau janda miskin pasti ada. Tapi masa janda kaya minta kartu juga? Saya sarankan janda kaya tolong nikahi pemuda yang nganggur,” kelakarnya.

Suswono lalu mengingat kembali kisah dari Siti Khadijah yang menikah dengan Nabi Muhammad SAW. Kala itu Siti Khadijah sebagai pengusaha kaya raya dengan status janda.

“Setuju ya? Coba ingat Khadijah nggak? Tau Khadijah kan? Dia kan konglomerat. Nikahi siapa? Ya Nabi waktu itu belum jadi Nabi. Masih 25 tahun pemuda kan? Nah itu contoh kaya begitu,” tuturnya.

Pernyataan Suswono itu menjadi viral di media sosial dan menuai kritik serta kecaman dari banyak pihak. Netizen menyebut ujaran Suswono yang dikaitkan dengan kisah Siti Khadijah dan Nabi Muhammad SAW tidak relevan.

Buntut dari pernyataanya itu, Suswono dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Organisasi Masyarakat Betawi Bangkit pada Selasa, 29 Oktober 2024.

(Red-01/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button