Sandera Data 440.000 Pemegang Tiket Taylor Swift’s Eras Tour, Peretas Tuntut Tebusan $8 Juta dari Ticketmaster

CAPITALNEWS.ID – Kelompok hacker ShinyHunters mengklaim telah memperoleh data kode batang untuk ratusan ribu tiket Taylor Swift’s Eras Tour. Mereka menuntut Ticketmaster membayar tebusan jutaan dolar atau mereka akan membocorkan informasi tersebut secara daring.

Terbaru, dikutip dari Hackread.com pada Senin (8/7/2024), para peretas itu meningkatkan tuntutan tebusan mereka menjadi $8 juta (sekitar Rp 130 miliar) untuk pengembalian data sensitif yang aman.

Kelompok hacker ShinyHunters mengklaim telah mendapatkan total 193 juta kode batang tiket dengan total nilai lebih dari $22,6 miliar. Ini termasuk 440.000 tiket untuk Taylor Swift’s Eras Tour yang tengah berlangsung, serta 30 juta tiket lainnya untuk 65.000 acara lainnya.

Data yang diretas mencakup informasi sensitif dari 560 juta pelanggan Ticketmaster, termasuk nama, alamat, nomor telepon, alamat email, riwayat pembelian tiket dan sebagian data pembayaran seperti tanggal kedaluwarsa kartu kredit.

Informasi terbaru dari ShinyHunters menyatakan bahwa pelanggaran ini mencakup 400 juta kartu kredit terenkripsi, 440 juta alamat email unik dan 680 juta detail pesanan. Kelompok ini mengklaim akan menjadikan pelanggaran informasi identitas pribadi pelanggan terbesar yang pernah diungkapkan ke publik.

Untuk diketahui, serangan hacker juga pernah menargetkan tour Swift sebelumnya, dengan peretasan di Australia yang menyebabkan kekhawatiran penggemar kehilangan tiket.

Pemerintah Australia mengatakan pada Kamis (30/5/2024) bahwa kantor keamanan sibernya telah berhubungan dengan Ticketmaster yang berbasis di Amerika Serikat mengenai peretasan tersebut.

Mereka mengimbau orang-orang yang memiliki pertanyaan spesifik terkait peretasan ini, untuk menghubungi Ticketmaster secara langsung.

FBI telah menawarkan bantuan kepada pihak berwenang Australia setelah kelompok hacker ShinyHunters mengklaim telah mengakses rincian 560 juta pelanggan di seluruh dunia.

Sebelumnya, Ticketmaster juga pernah menghadapi masalah dengan penggemar Taylor Swift. Pada prapenjualan 2022 terjadi kegagalan besar sehingga penjualan tiket Eras Tour ke publik dibatalkan.

Penggemar Taylor Swift kemudian mengajukan gugatan dengan tuduhan Ticketmaster menjalankan ‘skema anti persaingan’.

Taylor Swift merilis pernyataan resmi menyusul kekacauan tiket Eras Tour, mengungkapkan rasa frustrasinya dan mengungkap bahwa Ticketmaster telah meyakinkan timnya bahwa mereka dapat menangani permintaan tersebut setelah mereka menanyakannya beberapa kali.

“Sungguh menakjubkan bahwa 2,4 juta orang mendapatkan tiket, tetapi yang lebih membuat saya kesal adalah banyak dari mereka merasa seperti mengalami beberapa serangan beruang untuk mendapatkannya,” tulis Swift.

Kini, dengan data 440.000 tiket yang dicuri, masalah Ticketmaster tampaknya belum berakhir, terutama bagi Swifties (penggemar Taylor Swift) yang terkena dampak langsung dari peretasan ini.

(Red-01/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button