10 Saham Likuid BEI Q2 2026: BUMI Pimpin Perdagangan

CAPITALNEWS.ID – Pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan pada Kuartal II 2026 akibat ketidakpastian kondisi global dan penyesuaian portofolio investor institusional. Meskipun aktivitas perdagangan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, sejumlah emiten tetap menunjukkan performa trading yang solid dengan volume pertukaran saham yang mencapai angka fantastis.

Berdasarkan laporan IDX Quarterly Statistics Equity Market Q2 2026 yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan saham sepanjang April hingga Juni 2026 mencapai 2,03 triliun saham. Angka ini mengalami penurunan sebesar 23,36% secara quarter-on-quarter (QoQ) dibandingkan Kuartal I 2026. Namun jika dilihat secara year-on-year, volume perdagangan menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan mencapai 68,60% dibanding periode yang sama pada Kuartal II 2025.

Dinamika perdagangan saham BEI pada periode April-Juni 2026 menggambarkan kondisi pasar yang tetap bergerak meski menghadapi headwind eksternal. Dalam konteks inilah, sejumlah saham tertentu tetap berhasil menarik minat investor ritel maupun institusional untuk melakukan transaksi.

Daftar Lengkap 10 Saham Terlaris BEI Q2 2026

1. Bumi Resources Tbk. (BUMI) – 231,86 Miliar Saham

Emiten raksasa batu bara milik Grup Bakrie ini mempertahankan posisi puncak dalam hal likuiditas perdagangan. Volume perdagangan BUMI mencerminkan kepercayaan investor terhadap saham yang memiliki harga ekonomis dan tingkat likuiditas yang sangat tinggi. Meskipun demikian, volume BUMI mengalami penurunan sebesar 45,04% dibandingkan Kuartal I 2026, namun tetap unggul di antara emiten-emiten lainnya di bursa.

2. PT Gojek Tokopedia (GOTO) – 163,16 Miliar Saham

Ekosistem digital yang merupakan hasil penggabungan dari Gojek dan Tokopedia ini menjadi pemimpin kedua dalam nilai likuiditas. Saham GOTO terus menjadi daya tarik utama bagi investor ritel yang secara aktif memburu peluang investasi di sektor teknologi dan ekonomi digital Indonesia.

3. Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) – 92,95 Miliar Saham

Emiten Grup Bakrie yang berfokus pada diversifikasi bisnis menempati urutan ketiga dengan volume perdagangan yang solid. Saham BNBR ramai ditransaksikan di bursa seiring dengan langkah-langkah transformasi perusahaan menuju sektor energi terbarukan dan berkelanjutan.

4. Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) – 65,02 Miliar Saham

Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur energi serta logistik pertambangan ini mencatat volume perdagangan yang konsisten. BIPI masuk dalam urutan keempat 10 saham terlaris, menunjukkan minat investor terhadap sektor infrastruktur yang terus berkembang.

5. DMS Propertindo Tbk. (KOTA) – 46,01 Miliar Saham

Emiten pengembang properti dan perhotelan ini menempati posisi kelima dengan volume perdagangan mencapai 46,01 miliar saham. Saham KOTA terus menarik perhatian investor yang tertarik dengan sektor real estate dan hospitality.

6. Darma Henwa Tbk. (DEWA) – 43,78 Miliar Saham

Perusahaan jasa kontraktor pertambangan ini mencatat volume perdagangan sebesar 43,78 miliar saham pada kuartal kedua 2026. DEWA menunjukkan likuiditas yang stabil dalam perdagangan sahamnya.

7. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) – 39,09 Miliar Saham

Produsen petrokimia terkemuka yang menghasilkan berbagai produk kimia dan plastik ini mencatat likuiditas perdagangan sebesar 39,09 miliar saham. TPIA tetap menjadi pilihan investor yang tertarik dengan sektor manufaktur dan petrokimia Indonesia.

8. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) – 31,60 Miliar Saham

Emiten yang bergerak di sektor energi, teknologi, dan infrastruktur ini menempati urutan kedelapan. Volume DSSA mencapai 31,60 miliar saham, namun angka yang paling menarik adalah lonjakan volume perdagangan DSSA yang mencapai 10.096,07% – pertumbuhan terbesar di antara semua 10 saham teratas. Hal ini menunjukkan peningkatan minat investor terhadap emiten ini secara dramatis dalam periode tersebut.

9. Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) – 31,43 Miliar Saham

Perusahaan yang bergerak di sektor energi dan pertambangan ini mencatat volume perdagangan sebesar 31,43 miliar saham pada Kuartal II 2026.

10. Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) – 31,34 Miliar Saham

Perusahaan jasa perantara perdagangan efek ini melengkapi daftar 10 saham terlaris dengan volume perdagangan sebesar 31,34 miliar saham.

Analisis Tren Pasar Q2 2026

Pola perdagangan pada Kuartal II 2026 mencerminkan volatilitas pasar yang tetap terjaga dalam kisaran yang wajar. Meskipun volume perdagangan secara keseluruhan turun dibandingkan kuartal sebelumnya, ketahanan likuiditas pada emiten-emiten pilihan menunjukkan bahwa investor masih memiliki kepercayaan terhadap fundamental bisnis perusahaan-perusahaan tersebut.

Dominasi Bumi Resources pada posisi puncak menunjukkan bahwa sektor pertambangan, khususnya batu bara, tetap menjadi fokus perdagangan investor. Hal ini didukung oleh harga saham yang relatif terjangkau dan kemampuan likuiditas yang sangat tinggi, memudahkan investor untuk melakukan exit dari posisi mereka kapan saja.

Kehadiran GOTO di posisi kedua mengindikasikan bahwa sektor teknologi dan ekonomi digital tetap menjadi perhatian utama investor muda dan investor ritel Indonesia. Meskipun perusahaan belum mencapai profitabilitas, minat investor terhadap pertumbuhan jangka panjang di sektor ini tetap kuat.

Pertumbuhan luar biasa yang dialami oleh DSSA dengan peningkatan volume hingga 10.096,07% menjadi highlight penting dalam perdagangan Kuartal II 2026. Fenomena ini kemungkinan dipicu oleh faktor spesifik seperti pengumuman rencana bisnis baru, restrukturisasi organisasi, atau pengembangan proyek strategis yang menarik perhatian pasar.

Secara keseluruhan, perdagangan saham BEI pada Kuartal II 2026 mengalami dinamika yang cukup berat dengan berbagai tantangan eksternal. Namun, ketahanan likuiditas pada emiten-emiten berkualitas menyisakan optimisme bahwa pasar modal Indonesia selalu memiliki ruang untuk kembali menemukan momentum pertumbuhannya. Investor yang bijak akan terus memantau perkembangan fundamental perusahaan dan kondisi makroekonomi global untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Artikel ini merupakan rangkuman berita pasar modal Indonesia.

(JW)

Exit mobile version